top of page

Anggaran Dasar Atma Jyothi

PEMBUKAAN 

ATAS ASUNG KERTA WARA NUGRAHA

 

Bahwa pada hakekatnya kebebasan berkumpul, berserikat dan berpendapat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia, yang diakui, dibenarkan dan dilindungi oleh konstitusi dan asas demokrasi dalam berbangsa dan bernegara dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

 

Kami, segenap pemuda Hindu Tamil Indonesia di Jakarta menyadari bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral sebagai pengemban misi kemasyarakatan, memiliki kewajiban membentuk dan membangun dirinya sebagai generasi penerus bangsa dan negara, memiliki kesadaran nasional dalam menegakkan dan melaksanakan kebenaran, keadilan, dan semangat keterbukaan antar umat beragama.

​

Demikian, kami menyadari akan kebutuhan adanya suatu wadah yang dapat mengakomodasi dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya pemuda, yang didasarkan pada kemandirian. Sesuai dengan cita – cita tersebut, diperlukan adanya pengaturan dan pengelolaan yang terstruktur serta terprogram dengan baik. Oleh karenanya, kami mengorganisir diri kami dengan membentuk sebuah organisasi kepemudaan yang beraspirasikan Hindu Dharma, dengan nama PERKUMPULAN SOSIAL ATMA JYOTHI.

 

Dengan motivasi dan komitmen yang kokoh, didorong oleh keinginan yang luhur dan murni, semoga organisasi ini dapat mewujudkan visi dan melaksanakan misi, dengan meningkatkan kualitas sumber daya umat, melalui pengembangan darma bakti kepada umat, masyarakat, nusa dan bangsa.

 

 

 

BAB I

NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT

 

PASAL 1

NAMA

Organisasi ini merupakan perkumpulan masyarakat Hindu Tamil Indonesia yang dinamakan Perkumpulan Atma Jyothi Indonesia.

 

​

PASAL 2

WAKTU

Organisasi ini dideklarasikan di Jakarta pada tanggal 1 Januari 2000 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

 

 

PASAL 3

TEMPAT

Sekretariat Jenderal Atma Jyothi berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

​

BAB II

ASAS, SIFAT, DAN TUJUAN

 

PASAL 4

ASAS

Perkumpulan Atma Jyothi Indonesia berasaskan pada:

  1. Pancasila dan UUD’45; dan

  2. Panca Shrada sebagai dasar keimanan.

 

 

PASAL 5

SIFAT

Atma Jyothi merupakan organisasi masyarakat yang beraspirasikan Hindu Dharma, bersifat mandiri dan tidak berafiliasi dengan organisasi sosial politik (partai politik) manapun.

​

PASAL 6

TUJUAN

Atma Jyothi bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan partisipasi masyarakat Hindu Tamil Indonesia, khususnya dalam pembangunan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan, serta turut berperan aktif dalam upaya mewujudkan persatuan dan kesatuan Bangsa tanpa membedakan suku, agama, keturunan/ras, ataupun golongan.

 

BAB III

IDENTITAS ORGANISASI

 

PASAL 7

LAMBANG ORGANISASI

Ayat    1             : Organisasi ini mempunyai lambang seperti yang terdapat pada lampiran ART.

Ayat    2             : Lambang dipatenkan atas nama organisasi

Ayat    3             : Lambang organisasi akan dipergunakan untuk keperluan identitas resmi organisasi, termasuk dalam seragam organisasi
Ayat    4             : Lambang sebagaimana tersebut pada ayat (1) pasal ini akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi (PO)

 

PASAL 8

IKRAR

Ayat    1           : Organisasi ini mempunyai ikrar yang dibacakan dalam acara – acara yang dianggap layak oleh organisasi.

Ayat    2           : Ikrar sebagaimana tersebut pada ayat (1) pasal ini akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi (PO)

 

 

BAB IV

KEANGGOTAAN

 

PASAL 9

Keanggotaan Atma Jyothi terdiri dari:

  1. Anggota Biasa

  2. Anggota Muda

  3. Anggota Kehormatan

  4. Anggota Simpatisan

 

BAB V

RAPAT ORGANISASI

PASAL 10

Ayat 1               : Lokasabha memegang kedaulatan tertinggi Atma Jyothi

Ayat 2             : Kedaulatan organisasi di tangan anggota dilaksanakan oleh lokasabha
Ayat 3             : Lokasabha akan diadakan setiap 5 (lima) tahun sekali

 

PASAL 11

Jenis – jenis rapat dalam Atma Jyothi adalah:

  1. Lokasabha

  2. Rapat Kerja

  3. Rapat Pimpinan

  4. Rapat Evaluasi

  5. Rapat Pertanggungjawaban

  6. Rapat Khusus

 

 

BAB VI

KEUANGAN

PASAL 12

Sumber dana organisasi diperoleh dari sumbangan rutin anggota, sumbangan – sumbangan masyarakat, serta usaha – usaha lain yang sah.

 

 

BAB VII

ANGGARAN RUMAH TANGGA

PASAL 13

 

Hal – hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

 

BAB VIII

PERUBAHAN AD & ART

PASAL 14

 

Ayat 1             : Perubahan AD/ART dilakukan pada lokasabha dengan ketentuan apabila disetujui oleh sekurang - kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari peserta yg hadir dan mempunyai hak suara

 

Ayat 2             : Dalam keadaan khusus dapat dilaksanakan lokasabha istimewa untuk melakukan perubahan/penyempurnaan AD/ART

 

BAB IX

TUGAS DAN WEWENANG LOKASABHA PASAL 15

Lokasabha mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut:

  1. Menetapkan dan mengesahkan AD/ART​

  2. Mendengarkan dan menilai LPJ Ketua Umum

  3. Mendemisionerkan kepengurusan setelah mendengarkan LPJ Ketua Umum

  4. Memilih dan menetapkan struktur susunan Pengurus berikutnya

  5. Menetapkan Garis Besar Haluan Kerja Organisasi

  6. Menetapkan keputusan lain yang dipandang perlu

 

 

BAB X

PEMBUBARAN

PASAL 16

Ayat    1         : Atma Jyothi hanya dapat dibubarkan melalui Lokasabha Istimewa yang khusus diadakan untuk maksud tersebut dan atas permintaan sekurang – kurangnya 3/4 (tiga per empat) Anggota Atma Jyothi yang terdaftar.

Ayat 2        : Keputusan   mengenai   pembubaran Atma   Jyothi   harus  mendapat persetujuan sekurang – kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari peserta yang hadir dan mempunyai hak suara dalam Lokasabha Istimewa.

Ayat    3             : Hal – hal yang menyangkut akibat dari pembubaran ini akan diatur dalam ART.

 

 

BAB XI

 

PENUTUP

PASAL 17

 

Hal – hal yang belum diatur dalam AD maupun ART, akan diatur oleh Dewan Pengurus Harian sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan di dalam AD dan ART.

 

 

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA

BAB I

KEANGGOTAAN

PASAL 1

PERSYARATAN UNTUK MENJADI ANGGOTA ATMA JYOTHI

 

Ayat    1          : Keanggotaan Atma Jyothi terdiri dari:

  1. Anggota Biasa

  2. Anggota Muda

  3. Anggota Kehormatan

  4. Anggota Simpatisan

​

a)Anggota Biasa

*) Warga Negara Indonesia beragama Hindu dan bersuku Tamil

*) Berusia minimal 17 tahun

*) Bersedia mentaati AD & ART serta peraturan dan disiplin organisasi

*) Bersedia ikut berperan aktif mensukseskan tugas, fungsi dan tujuan organisasi

*) Menyatakan diri untuk menjadi anggota melalui proses pendaftaran calon anggota

​

b)Anggota Muda

*) Warga Negara Indonesia beragama Hindu dan bersuku Tamil

*) Berusia 12 tahun sampai dengan 16 tahun

*) Bersedia mentaati AD & ART serta peraturan dan disiplin organisasi

*) Bersedia ikut berperan aktif mensukseskan tugas, fungsi dan tujuan organisasi

*) Menyatakan diri untuk menjadi anggota melalui proses pendaftaran calon anggota

​

c)Anggota Kehormatan

*) Anggota masyarakat yang menaruh perhatian besar terhadap kemajuan dan perkembangan organisasi

*) Bersedia mentaati AD & ART serta peraturan dan disiplin organisasi

*) Menyatakan diri untuk menjadi anggota melalui proses pendaftaran calon anggota

*) Ditetapkan oleh Dewan Pengurus Harian

​

d)Anggota Simpatisan

*) Anggota masyarakat yang menaruh perhatian besar terhadap kemajuan dan perkembangan organisasi

*) Bersedia mentaati AD & ART serta peraturan dan disiplin organisasi

*) Bersedia ikut berperan aktif mensukseskan tugas, fungsi dan tujuan organisasi

*) Menyatakan diri untuk menjadi anggota melalui proses pendaftaran simpatisan

*) Ditetapkan oleh Dewan Pengurus Harian

 

 

PASAL 2

HAK ANGGOTA

 

Ayat    1          : Anggota Biasa mempunyai hak suara, hak memilih & dipilih menjadi pengurus organisasi, serta berhak ikut di dalam setiap kegiatan organisasi

Ayat    2     : Anggota Muda mempunyai hak memberi pendapat, hak memilih pengurus organisasi, serta ikut berhak di dalam setiap kegiatan organisasi

Ayat    3             : Anggota Kehormatan dapat memberikan pendapat untuk kemajuan organisasi, tetapi tidak dapat memilih dan dipilih menjadi pengurus organisasi

Ayat   4          : Simpatisan dapat mengikuti setiap kegiatan organisasi, tetapi tidak dapat memilih dan dipilih menjadi pengurus organisasi

 

 

 

PASAL 3

KEWAJIBAN ANGGOTA

 

Anggota Atma Jyothi wajib:

  1. mentaati segala ketentuan dan peraturan yang berlaku sebagaimana tercantum dalam AD & ART

  2. Turut serta dalam melaksanakan program – program yang telah ditetapkan organisasi, kecuali anggota kehormatan dan simpatisan

  3. Menjunjung tinggi nama baik & martabat organisasi

  4. Menentang setiap usaha & tindakan yang merugikan organisasi

 

 

PASAL 4

BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN

 

Ayat : Keanggotaan Atma Jyothi dapat berakhir karena:

a) Meninggal dunia

b) Atas permintaan sendiri secara tertulis

c) Diberhentikan

Ayat : Adapun ketentuan tentang prosedur dan tata cara pemberhentian diatur lebih lanjut dalam Peraturan Oganisasi (PO)

BAB II

STRUKTUR ORGANISASI

PASAL 5

SUSUNAN PENGURUS

 

Susunan Pengurus Organisasi terdiri dari :

  1. Dewan Penasehat

  2. Dewan Pembina

  3. Dewan Pengawas

  4. Dewan Pengurus Harian

​

PASAL 6

DEWAN PENASEHAT

 

Ayat    1          : Dewan Penasehat adalah unsur pengurus organisasi yang berfungsi sebagai penasehat serta memberikan pertimbangan/saran kepada Dewan Pengurus Harian

Ayat    2          : Dewan Penasehat merupakan badan yang bersifat kolektif yang diwakili oleh seorang Ketua Dewan Penasehat

 

PASAL 7

DEWAN PEMBINA

 

Ayat 1             : Dewan Pembina adalah unsur pengurus organisasi yang berfungsi sebagai pembina dan ikut dalam proses pembinaan

Ayat 2             : Dewan Pembina merupakan badan yang bersifat kolektif yang diwakili oleh seorang Ketua Dewan Pembina

 

PASAL 8

DEWAN PENGAWAS

 

Ayat 1             : Dewan Pengawas adalah unsur pengurus organisasi yang berfungsi sebagai pengawas dan ikut dalam proses pengawasan

Ayat 2             : Dewan Pengawas merupakan badan yang bersifat kolektif yang diwakili oleh seorang Ketua Dewan Pengawas

 

PASAL 9

DEWAN PENGURUS HARIAN

 

Ayat : Struktur Dewan Pengurus Harian terdiri dari:

 

a) Ketua Umum

b) Beberapa Ketua Bidang

c) Sekretaris Jenderal

d) Beberapa Sekretaris

e) Bendahara Umum

 

Ayat    2          : Jumlah ketua bidang, sekretaris dan bendahara disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan situasi serta kondisi

Ayat    3          : Dewan Pengurus Harian bertanggung jawab kepada Lokasabha

​

PASAL 10

KRITERIA DEWAN PENASEHAT

 

Ayat 1           : Kriteria Dewan Penasehat:

*) Terdaftar sebagai anggota biasa dan berusia minimal 45 Tahun.

*) Bersedia dan berminat untuk berkontribusi melalui organisasi

*) bersedia meluangkan waktu dan pikiran dan dapat bekerjasama secara kolektif untuk mencapai maksud & tujuan organisasi

 

 

PASAL 11

KRITERIA DEWAN PEMBINA

 

Ayat 1           : Kriteria Dewan Pembina:

*) Terdaftar sebagai anggota biasa dan berusia minimal 40 Tahun.

*) Bersedia dan berminat untuk berkontribusi melalui organisasi

*) bersedia meluangkan waktu dan pikiran dan dapat bekerjasama secara kolektif untuk mencapai maksud & tujuan organisasi

*) bersedia memberikan dukungan dan pembinaan terhadap dewan pengurus harian dalam pelaksanaan program organisasi

 

 

PASAL 12

KRITERIA DEWAN PENGAWAS

 

Ayat 1           : Kriteria Dewan Pengawas:

*) Terdaftar sebagai anggota biasa dan berusia minimal 35 Tahun.

*) Bersedia dan berminat untuk berkontribusi melalui organisasi

*) bersedia meluangkan waktu dan pikiran dan dapat bekerjasama secara kolektif untuk mencapai maksud & tujuan organisasi

*) bersedia memberikan dukungan dan pengawasan terhadap dewan pengurus harian dalam pelaksanaan program organisasi

​

PASAL 13

KRITERIA DEWAN PENGURUS HARIAN

 

Ayat 1           : Kriteria Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal:

*) Terdaftar sebagai anggota biasa dan berusia 30 tahun sampai dengan 50 tahun.

*) Pernah menjadi anggota pengurus organisasi minimal 5 tahun

*) Bersedia dan berminat untuk berkontribusi melalui organisasi

*) Mempunyai potensi untuk memajukan organisasi

*) Memiliki kontribusi terhadap kemajuan masyarakat

Ayat 2            : Kriteria pengurus lainnya:

*) Terdaftar sebagai anggota biasa

*) Mempunyai potensi untuk memajukan organisasi

*) Bersedia dan berminat untuk berkontribusi melalui organisasi

​

PASAL 14

ALAT KELENGKAPAN ORGANISASI

 

Ayat    1          : Untuk dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya, Dewan Pengurus Harian mempunyai badan – badan kelengkapan sebagai berikut:

  1. Bidang – bidang

  2. Panitia Khusus

  3. Keuangan

  4. Sekretariat

  5. Humas

Ayat    2      : Badan – badan kelengkapan sub (a), (b) dan (c) tersebut di atas, mengatur tata kerjanya sendiri atas persetujuan Ketua Umum

Ayat    3         : Badan – badan kelengkapan sub (d) & (e) tersebut di atas, mengatur tata kerjanya sendiri atas persetujuan Sekretaris Jenderal

​

BAB III

MASA BAKTI
 

PASAL 15

 

Ayat : Masa bakti kepengurusan adalah 5 (lima) tahun dalam satu periode

Ayat : Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal dapat dipilih kembali untuk masa 5 (lima) tahun

berikutnya, tetapi tidak dapat lebih dari 2 (dua) periode secara berturut – turut

 

PASAL 16

 

Ayat    1          : Bila Ketua  Umum mangkat atau berhenti, maka kepemimpinan dijabat oleh  Sekretaris Jenderal sampai dengan berakhirnya masa kepengurusan.

Ayat    2          : Bila Sekretaris Jenderal Mangkat atau berhenti, maka posisi tersebut dapat digantikan oleh salah satu sekretaris sampai dengan berakhirnya masa kepengurusan.

 

 

BAB IV

RAPAT ORGANISASI
 

PASAL 17

LOKASABHA

 

Ayat    1          : Lokasabha diselenggarakan setiap 5 (lima) tahun sekali, dihadiri oleh peserta lokasabha

Ayat     2             : Peserta lokasabha adalah seluruh anggota biasa.

Ayat    3          : Lokasabha sah bila dihadiri oleh sekurang – kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Peserta lokasabha

Ayat    4          : Lokasabha diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Harian dan dipimpin oleh seorang Pimpinan lokasabha yang dipilih dari dan oleh peserta lokasabha

Ayat    5          : Lokasabha yang merupakan forum tertinggi organisasi berfungsi:

  1. Menetapkan & mengesahkan AD/ART

  2. Mendengarkan & Menilai LPJ Ketua Umum

  3. Mendemisionerkan kepengurusan susunan pengurus setelah mendengarkan LPJ Ketua Umum

  4. Memilih & Menetapkan struktur susunan pengurus periode berikutnya

  5. Menetapkan keputusan lain yang dipandang perlu

  6. Menetapkan Garis Besar Haluan Kerja Organisasi.

 

PASAL 18

LOKASABHA ISTIMEWA

 

Ayat    1          : Dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa, maka dapat diselenggarakan Lokasabha Istimewa atas permintaan 2/3 dari Dewan Pengurus organisasi

Ayat    2          : Ketentuan – ketentuan lain mengenai Lokasabha Istimewa ini sama seperti tersebut pada ayat (2), (3), (4) , dan (5) pasal 17 ART ini.

 

PASAL 19

RAPAT KERJA

 

Ayat    1          : Rapat Kerja adalah rapat yang diselenggarakan untuk menyusun, menata prioritas program kerja dan merumuskan metode – metode pelaksanaan pencapaian tujuan

Ayat    2          : Peserta Rapat Kerja adalah Dewan Pengurus Harian, Dewan Penasehat, Dewan Pembina dan Dewan Pengawas

Ayat    3          : Rapat kerja dilakukan sekurang – kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.

 

 

PASAL 20

RAPAT PIMPINAN

Ayat    1    : Rapat Pimpinan adalah rapat yang diselenggarakan untuk mengambil keputusan – keputusan yang dipandang penting oleh organisasi dan juga untuk mendapatkan kerja sama yang lebih baik antara para pimpinan dalam menjalankan program organisasi dan atau pelaksanaan suatu kegiatan

Ayat    2        : Peserta Rapat Pimpinan adalah Dewan Pengurus Harian

​

PASAL 21

RAPAT EVALUASI

 

Ayat    1          : Rapat Evaluasi adalah rapat yang diselenggarakan untuk mengevaluasi segala kegiatan yang ada

Ayat 2               : Rapat Evaluasi diselenggarakan setiap kegiatan sekurang – kurangnya 6 (enam ) bulan sekali

Ayat 3         : Peserta Rapat Evaluasi adalah Dewan Pengurus Harian, Dewan Penasehat, Dewan Pembina dan Dewan Pengawas.

 

PASAL 22

RAPAT PERTANGGUNGJAWABAN

 

Ayat    1          : Rapat pertanggungjawaban dilaksanakan sesuai dengan jadwal panitia dan atau permintaan Dewan Pengurus Harian

Ayat    2          : Rapat       Pertanggungjawaban       adalah       rapat       yang                  diselenggarakan               untuk mempertanggungjawabkan sebuah pelaksanaan & penggunaan dana dari sebuah kegiatan

Ayat 3         : Rapat Pertanggungjawaban diselenggarakan seusai pelaksanaan sebuah kegiatan

Ayat 4         : Peserta Rapat pertanggungjawaban adalah panita penyelenggara dan Dewan Pengurus Harian

​

PASAL 23

RAPAT KHUSUS

 

Ayat    1          : Rapat Khusus adalah rapat yang diselenggarakan untuk membahas hal– hal yang khusus dan mendesak

Ayat    2          : Peserta rapat khusus adalah Dewan Pengurus, Dewan Penasehat, Dewan Pembina dan Dewan Pengawas

​

BAB V

KEPUTUSAN RAPAT

PASAL 24

Keputusan rapat ditetapkan secara musyawarah untuk mufakat. Dalam hal tidak tercapai mufakat maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

 

BAB VI

PEMBUBARAN

PASAL 25

Dalam hal Atma Jyothi dibubarkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (3) Anggaran Dasar, maka segala kekayaan organisasi akan diserahkan kepada organisasi lainnya yang senafas dan sejiwa berdasarkan Keputusan Lokasabha Istimewa

 

BAB VII

PENUTUP

PASAL 26

Ayat : Hal –hal yang belum diatur dalam ART ini akan diatur menurut ketentuan tersendiri

Ayat : Peraturan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) dibuat oleh Dewan Pengurus Harian dan tidak bertentangan dengan AD/ART

Ayat    3          : Semua peraturan & ketentuan yang ditetapkan berlaku sampai pada perubahan AD/ART hasil Lokasabha / Lokasabha Istimewa.

 

PASAL 27

AD & ART ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

 

 

Ditetapkan di : Jakarta

Pada Tanggal :

Pada Waktu     :

bottom of page