top of page
Search

Vinavagar Chathurti 2023

Updated: Mar 3, 2024

Oleh : Bala Rubini
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Provinsi Banten.


MEMAHAMI KEISTIMEWAAN / KEUTAMAAN DEVA GANESHA MELALUI HARI GANESH CHATURTHI Aum Svastyastu🙏🏼 Ganesha Chaturthi adalah salah satu hari suci yang penting bagi umat Hindu India. Seperti nama hari sucinya, perayaan ini khusus di tujukan bagi Dewa Ganesha. Perayaan ini bermakna memperingati hari kelahiran Dewa Ganesha. Chaturthi adalah salah 1 thiti/wuku bagi Dewa Ganesha, seperti Shasti untuk Dewa Murugan & Ekadasi untuk Dewa Visnu. Jika kita perhatikan dalam kalender India, setiap bulan nya akan ada peringatan hari Chaturthi yang biasanya disebut Sankatahara Chaturthi. Namun yang jatuh 1 tahun sekali sekitar bulan tamil Aavani yaitu bulan Agustus-September ( Bulan Hindu Bhadrapada ) merupakan Chaturthi yang utama dan terpenting, karena itulah di sebut Maha Vinayagar Chaturthi. Telah kita ketahui bersama, dalam ajaran Hindu Dharma terdapat banyak Dewa yang di puja saat melakukan persembahyangan. salah 1 Dewa Hindu yang sangat di kagumi, pasti tidak akan terlupakan, yang terkenal, yang di cintai bukan hanya di kalangan umat Hindu semata, melainkan seluruh umat dunia mengenalinya, terutama bagi para cendekiawan & pendidik, Dewa tersebut adalah Dewa Ganesha. Siapa Dewa Ganesha? Dalam Ganesha Purana & beberapa Purana yang bersifat Shivaistik, dikatakan Dewa Ganesha adalah Putra Dewi Parvati yang di wujudkan Sang Dewi dari kekuatan YogaNya. Berwajah hewan dan bertubuh manusia adalah penampilan sang dewa. Bagaimana kisah sang Dewa memiliki kepala Gajah sudah tidak asing bagi umat Hindu, bahkan sudah di filmkan dalam berbagai versi dan bahasa. Lalu apakah sebenarnya keistimewaan sang Deva sehingga Umat hindu tidak pernah melupakannya saat berdoa? Berikut beberapa keistimewaan / keutamaan dari Deva Ganesha. 1. Lambang Pranava Om dalam Aksara Tamil. Kepala gajah jika di cermati maka terlihat dalam bentuk OM. Dimana dikatakan dalam Mandukya Upanisad kata OM adalah salah satu istilah yang mewakili Tuhan itu sendiri. OM menjadi mantra utama yang menjadi dasar semua mantra. Dalam dunia spiritual OM menjadi AUM. Karena itulah dalam suatu tradisi pemujaan khususnya upacara Deva Yadnya jika tidak memungkinkan meletakan simbol Deva lainnya, paling tidak arca/simbol Ganesha lainnya akan tetap di letakkan. Karena Deva Ganesha saja sudah dapat di anggap mewakili Devata lainnya. Tidak ada upacara tanpa melantunkan mantra yang berawal dari kata Aum, demikian juga tidak berkah suatu upacara tanpa kehadiran Dewa Ganesha yang bersimbolkan AUM. 2. Di puja pertama kali. Walaupun Agama Hindu memuja banyak Dewa, namun umat Hindu tetap melakukan pemujaan pertama kali kepada Dewa Ganesha. Tradisi ini di dasari dari perintah Deva Shiva dalam Shiva Purana. Dimana di kisahkan suatu hari dewa shiva menggelar kompetisi mengelilingi dunia antara dewa ganesha & dewa kartigeya, dimana dewa ganesha hanya melakukan pradaksina yaitu mengelilingi ayah & ibunya bukan mengelilingi alam semesta. Karena menurut sang dewa dunia & Tuhan yang nyata bagi seorang anak adalah orang tuanya. Ibu lambang bumi pertiwi dan ayah melambangkan langit. Karena pemikiran yang luar biasa tersebut, dewa ganesha menjadi pemenang kompetisi sekaligus Dewa Siva memilihNya sebagai dewa pertama yang di puja dari dewa lainnya. Pesan moral dari kisah tersebut adalah : dewa ganesha mengajarkan kepada kita semua bahwa ayah & ibu harus di hargai & di sayangi dalam kondisi apapun. Atas tihtah dewa shiva itulah setiap pemujaan di tujukan kepada sang dewa terlebih dahulu jika ingin mendapatkan berkah. 3. Penjaga, penghalau segala Rintangan dan bijaksana. Pada umumnya seorang ibu yang akan menjaga anaknya, lain pula dalam kisah kehidupan Ganesha di beberapa purana seperti di kitab Ganesha Purana & Shiva Purana. Ia berbhakti menjaga dan mematuhi perintah ibunya hingga kehilangan kepala manusianya. Dari kisah ini dapat kita pahami bahwa Deva Ganesha akan selalu setia menjaga siapapun terutama bhaktanya. Karena itulah arca/gambar Deva Ganesha pasti ada di setiap Kuil, Pura dan rumah umat Hindu baik di halaman luar maupun di altar sembahyang. Setelah mendapatkan kepala Gajah, ia juga banyak menerima anugrah dari Deva - Deva lain nya sehingga berkepribadian lebih sempurna. Ia juga disebut sebagai dewa pengetahuan, lambang kecerdasan, pemberi kesejahteraan serta kebijaksanaan. Karena itulah Maharsi Vyasa memilih Deva Ganesha untuk menuliskan karya sastra Mahabarata dan kampus ITB menjadikan gambar Dewa Ganesha sebagai logonya. 4. Dewa berkepala Hewan dan bertubuh manusia. Ada makna dan nasehat dari penggambaran tersebut, yaitu kita harus menjalin hubungan yang baik dengan mahluk hidup yang lain. Karena Hindu mengajarkan semua mahluk hidup harus hidup berbahagia, bukan hanya manusia. walaupun manusia adalah mahluk hidup yang sempurna, ia tetap membutuhkan hewan dan tumbuhan untuk melancarkan kelangsungan hidup. Dengan kata lain, penggambaran Deva Ganesha mengajarkan kepada kita betapa pentingnya konsep Ekosistem. 5. Dewa Pemersatu semua Sekte/Aliran. Semua sekte dalam Hinduisme baik Vaisnava, Siwa Sidhanta, Shakta dan lain nya tetap memuja Ganesha, tetap mengsthanakan Arcanya di Kuil dan tetap melakukan pemujaan pertama kepadanya. Karena ia adalah Deva yang netral. Seperti hal nya seekor gajah yang tidak memiliki musuh di hutan, baik hewan carnivora, herbivora maupun omnivora tidak keberatan dengan kehadiran gajah, demikian juga Deva Ganesha. Karena peran nya sangat di butuhkan sebagai deva kebijaksanaan dan penghalau setiap masalah, maka dalam sistem pemujaan sekte hindu apapun Ganesha tetap akan mendapat bagian pertama. 6. Deva yang di puja dengan sikap Thoppukaranam. Sikap berdoa ini hanya di tujukan kepada Deva Ganesha saat seorang bhakta memujaNya. Thoppukaranam/super brain yoga adalah suatu sikap untuk mengaktivasi koneksi energi otak. Lobus kanan/bagian kanan otak mengaktifkan otak kiri dan otak kiri mengaktifkan otak bagian kanan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan fungsi otak, merangsang ingatan, dan tentunya untuk meningkatkan Buddhi, Siddhi dan Riddhi seseorang. Buddhi adalah kecerdasan. Siddhi adalah kekuatan spiritual. Riddhi adalah kemakmuran. Ke-3 hal tersebut merupakan kekuatan, kesempurnaan dari Deva Ganesha. Karena itulah untuk mendapatkan anugrah tersebut, sikap Thopukaranam ditujukan kepadaNya 7. Deva yang mendapatkan nazar dengan prasadam Rumput Arugampul dan buah kelapa. Dua prasadam ini ciri khas bagi dewa Ganesha, tentunya selain kue manis Modhak, daun, bunga, air dan buah. Rumput Arugampul adalah sejenis rumput halus yang dapat tumbuh dimana saja dan mudah didapatkan. Banyak bhakta Deva ganesha yang mempunyai doa pribadi akan melaksanakan nazar dengan memecahkan beberapa buah kelapa sesuai kemampuannya. Kelapa adalah buah yang keras simbol dari masalah yang pelik, artinya dengan memecahkan kelapa di hadapan Arca Deva Ganesha merupakan simbol bahwa setiap masalah yang dihadapi manusia akan terpecahkan sesulit apapun itu jika kita berdoa kepadaNya. Karena tidak ada masalah tanpa jalan keluar selama kita tenang dan memikirkannya dengan anugrah viveka/kebijaksanaan yang kita miliki sejak lahir. Selain itu Kelapa adalah buah serbaguna. Kelapa yang di pecahkan oleh penazar dapat di manfaatkan dan di olah sebagai sumber penghasilan untuk kebutuhan bagi yang orang yang membutuhkan penghasilan.

 
 
bottom of page