KARTHIGAI DEEPAM
- Atma Jyothi
- Feb 27, 2024
- 4 min read
Disusun dari sejumlah sumber oleh Bapak N Siuaji Raja

Karthigai Deepam atau Kartigai Thirunaal tahun ini jatuh pada tanggal 26 November 2023. Karthigai Deepam adalah festival yang dirayakan selama tiga hari, utamanya oleh warga Hindu Tamil dan merupakan suatu perayaan yang sudah sangat kuno. Sebagian orang menganggapnya sebagai kepanjangan perayaan Deepavali. Di India, perayaan Karthigai Deepam sangat terkenal di Thiruvannamalai, di mana dulu tinggal seorang Jivanmuktha bernama Ramanna Maharishi. Acara Karthigai Deepam di sini berlangsung selama 10 hari di Kuil Thiruvannamalai Arunachaleswara Swamy. Karthigai Deepam juga dikenal sebagai Karthigai Brahmotsavam. Setiap tahunnya, pada saat Karthigai Deepam, Arunachala, yang berarti pegunungan cahaya/sinar/api menjadi hidup dan terang benderang dengan dipasangnya lampu-lampu. Kegiatan itu menjadi simbol yang menjembatani jarak antara dua realitas yaitu gerakan dari intelijensia manusia yang rendah ke intelijensia yang tinggi dan suci. Kesadaran yang semakin meningkat membebaskan seseorang dari ego, kerakusan, penipuan, rasa sakit dan penderitaan. Pada hari Karthigai Deepam, cahaya dinyalakan di semua tempat di Thiruvannamalai, tetapi hanya para orang suci yang dapat melihat cahaya Shiva yang sebenarnya betul-betul muncul di sana sekali setahun. Bagi orang biasa, untuk mereplikasikan situasi itu, lampu/cahaya/api yang terang dan megah dinyalakan pada puncak gunung di Thiruvannamalai. Thiruvannamalai juga melambangkan Shiva atau intelijensia yang lebih tinggi yang dapat membakar semua ketidaksucian. Menyalakan cahaya di sana adalah seperti menyalakan lampu di kaki suci Shiva. Asal Muasal Karthigai Deepam Sekali waktu, Vishnu dan Brahma bertikai tentang siapa yang lebih kuat. Ketika peristiwa itu berlangsung, Shiva muncul di hadapan mereka dalam bentuk pilar api. Vishnu dan Brahma berhenti bertikai dan berupaya menemukan awal dan akhir dari pilar api tersebut. Brahma mengambil bentuk angsa untuk terbang menemukan fenomena tersebut menuju angkasa, sementara Vishnu mentransformasikan dirinya menjadi kura-kura dan masuk mencari pilar api tersebut ke dalam samudera. Setelah cukup lama mencari, baik Brahma maupun Vishnu tidak dapat menemukan asal usul maupun awal dan akhir cahaya yang berupa api itu. Vishnu kemudian menyatakan secara terus terang bahwa Ia gagal. Tetapi Brahma, mengatakan telah menemukan Thazhaampu, sejenis bunga, yang telah terapung selama 30.000 tahun dari kepala Shiva sebagai sumber api itu. Mendengar ucapan Brahma yang lebih dianggap sebagai kebohongan, Shiva menghukum Brahma dengan menyatakan bahwa tidak akan ada kuil yang dibangun untuk Brahma di dunia. Akhirnya, baik Brahma maupun Vishnu menyadari bahwa pilar cahaya itu tidak lain adalah Shiva sendiri. Peristiwa inilah yang dikaitkan dengan penampilan Shiva dalam bentuk Jyothi (light of fire) di gunung Arunachala/Thiruvannamalai. Di kuil Thiruvannamalai, Shiva dipuja sebagai Annamalaiyaar atau Arunachaleswarar yang direpresentasikan dengan Linggam dgn pendampingNya Unnamalaiyaal (Apitakuchambaal - Parvati). Kuil ini merupakan tempat penting untuk Saivisme dan dianggap sebagai satu dari “Pancha-Bootha Stalam” yang diasosiasikan dengan elemen api (agni). Kebesaran Shiva dalam peristiwa ini dirayakan sebagai Karthigai Deepam dan puncak perayaannya disebut Maha Deepam. Biasanya di sana hadir sekitar tiga juta peziarah setiap tahunnya, di mana dari semua penjuru menggema sebutan “Annamalaiyaarukku Haro Hara.” Pada setiap hari bulan penuh, pegunungan Annamalai juga didatangi oleh sekitar satu juta orang yang melakukan ‘Girivalam’ dan memuja Annamalaiyaar. Bulan Karthigai dan Murugan Murugan diciptakan Shiva pada bulan Karthigai ketika para Devas mendapatkan serangan/tekanan secara besar-besaran dari Taraka. Shiva memancarkan enam sorotan sinar dari mata ketiganya - lima daripadanya untuk lima rasa di dunia dan satu bagi perlambangan benak Shiva sebagai kekuatan/intelijensia suci yang tidak terbatas. Inilah yang kemudian menjadi enam bayi yang diterima oleh enam Perempuan di dekat kolam Saravana. Dewi Parvati, sebagai ibu Murugan, kemudian menyatukan keenam bayi menjadi berkepala enam, dengan 12 tangan. Karenanya, Murugan juga dikenal dengan nama Shanmukha/Aarumugam (enam muka/wajah) dan Karthigeya, sehubungan kelahiranNya pada bulan Karthigai. Murugan juga menguraikan arti kata 'aum/om' kepada Shiva. Lampu-lampu yang dinyalakan di sana juga dianggap pertanda untuk mengingat pembagian ilmu yang tak terbatas tentang 'aum/om,' yang membantu manusia ke pencerahan (enlightenment) dan emansipasi. Perayaan Karthigai Deepam Ketika acara Karthigai Deepam berlangsung, jajaran agal vilakku (lampu minyak) dipasang di setiap rumah, di berbagai sisi, di pintu, di dekat jendela, di depan, di belakang dan di mana-mana, dengan hiasan Ko^olam (Rangoli). Hal simbolik yang penting di sini adalah bukan menyalakan lampu di dunia luar, tetapi menghidupkan api ‘Jnana’ atau ilmu pengetahuan di dalam hati setiap individu. Festival ini di India Selatan dirayakan juga sebagai simbol persaudaraan antara kakak dan adik, sama seperti perayaan Bhaiya-Dhuj atau Raakhi, di India Utara. Para adik perempuan berdoa untuk kesuksesan dan kesejahteraan abang mereka dan menyalakan lampu untuk menandai hal itu. Pohon Nellikkai Ada kaitan khusus antara pohon Nellikkai (Gooseberry/Awala/Amla) dengan bulan Karthigai. Diyakini bahwa mendengarkan cerita tentang Murugan atau Karthigeya di bawah pohon Nellikkai akan membantu seseorang memperoleh kesehatan dan kesejahteraan. Hal-hal berikut dapat terjadi di bulan Karthigai. Jika seseorang makan di bawah pohon ini, ia akan menjadi sehat. Jika ketika berada di bawah pohon Nellikkai, seseorang memberi makanan kepada orang yang lapar atau miskin maka diyakini keinginannya akan terkabulkan. Jika seorang wanita makan di bawah pohon ini maka perbuatan sedemikian dipercayai dapat membantu kesejahteraan hidup segenap keluarga. Signifikansi sedemikian tentang pohon Nellikkai dijelaskan dalam Padma Purana dan Skanda Purana, yang inti ceritanya mengisahkan para Dewa dan petapa suci yang tinggal di bawah pohon Nellikkai selama bulan Karthigai. Karenanya, sembahyang di bawah pohon Nellikkai selama periode bulan Karthigai dipercayai membantu mengurangi kesulitan manusia dan dapat memenuhi keinginan yang baik.






